Wartawan di Manggarai Timur Akan di Bunuh Jika memberitakan Pungli Bermodus Pengerjaan Deker

  • Bagikan
Ilustrasi terhadap kekerasan terhadap Wartawan
Ilustrasi terhadap kekerasan terhadap Wartawan

BORONG, TIMES Nusa Tenggara Timur | Wartawan Nusantara TV  biro Manggarai Timur, Gabrin Anggur diduga diancam oleh pekerja jalan Kabupaten di Desa Golowuas, Kecamatan Elar Selatan Kabupaten Manggarai Timur (Matim) pada Minggu,10 Oktober 2021.

Kejadian tersebut bermula ketika Gabrin Anggur sedang melakukan peliputan terkait dugaan pungli yang dilakukan oleh pekerja jalan bermodus pengerjaan Deker.

“Saya mendatangi lokasi dan mencoba mewawancarai para pekerja yang sedang mengerjakan salah satu deker di wilayah Dusun Langga,Desa Golowuas terkait keluhan para pengendara yang dimintai uang jika hendak melintas di deker yang sementara dikerjakan”,tutur Gabrin.

Namun para pekerja tersebut tidak umenerima kehadiran dari wartawan yang hendak mengumpulkan informasi terkait dugaan pungli yang dilakukan para pekerja.

Klik dan baca juga:  Pemda SBD Segera Launching Internet Gratis di Lapangan Galatama

“Mereka melarang saya untuk melakukan peliputan,bahkan mereka mengancam akan membunuh saya dan membakar rumah saya jika saya menulis berita terkait dugaan pungutan liar itu”,ujar Gabrin.

Suasana semakin mencekam ketika wartawan berusaha mengambil gambar.Salah seorang pekerja yang diketahui bernama Goni Babal langsung marah dan mengusir wartawan bahkan mengancam akan membunuh wartawan jika tidak meninggalkan lokasi saat itu juga.Wartawan yang tidak terima dengan hal itu kemudian berusaha mengambil gambar yang menyebabkan terjadinya adu mulut dengan para pekerja.

“Saya berusaha mengambil gambar namun mereka melarang saya.Salah seorang pekerja mengatakan bahwa jika saya mengambil gambar dan menulis berita maka mereka akan kehilangan pekerjaan”,ujar Wartawan NusantaraTV tersebut.

Lebih jauh Gabrin menjelaskan,salah seorang pekerja  yang tersulut emosi kemudian mengambil salah satu alat kerja dan berusaha memukul dirinya,namun aksinya dihentikan oleh salah seorang pekerja yang berusaha melerai pertengkaran.

Klik dan baca juga:  Wujudkan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi, Kemkominfo RI Selenggarakan Kegiatan di Ngada

“Karena permintaan mereka untuk tidak memberitakan dugaan pungutan liar saya tolak.Mereka naik pitam dan berusaha memukul saya dengan alat kerja yang mereka gunakan”,ujar Gabrin.

Selain itu salah seorang pekerja juga mendorong Gabrin secara  paksa untuk sambil mengeluarkan kalimat bahwa mereka akan membunuhnya jika tidak meninggalkan lokasi.

“Dia mendorong saya sejauh belasan meter dan mengancam akan membunuh saya jika saya tidak pulang.Saya mengalah dan kembali untuk menghindari konflik dan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan”,kata Gabrin.

Menurut Gabrin,tindakan dari para pekerja yang menghalanginya dalam melakukan peliputan sudah mencedrai tugas pokok dari wartawan sebagaimana yang tercantum dalam undang-undang pokok pers no.48 tahun 1998 tentang tugas dan fungsi pers.

Klik dan baca juga:  Pembunuhan Kembali Terjadi di Kabupaten Kupang

“Kejadian ini membuat saya sangat terpukul apalagi ini terjadi di wilayah saya sendiri.

Bukan tidak mungkin hal ini akan berdampak terhadap kehidupan keluarga saya”,ujarnya.

Gabrin berharap semoga pihak yang berwenang bisa menyelasaikan persoalan ini agar kejadian yang sama tidak terulang lagi.

Ia menambahkan bahwa ia akan melaporkan secara resmi kejadian ini ke Pospol Elar Selatan pada Senin besok.

“Kalau ini dibiarkan,saya takut kejadian yang sama akan terulang kembali.Oleh karena itu saya minta pihak kepolisian khususnya Kapospol Elar Selatan untuk menyelesaikan kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku”,pinta Gabrin.

  • Bagikan