Warga Pariti Blokade Jalan, Desak Aktivitas Tambang di Sungai Noelbiboki Dihentikan

  • Bagikan

OELAMASI, TIMES Nusa Tenggara Timur | Puluhan warga Dusun VI Desa Pariti, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang memblokade jalan akses keluar masuk kendaraan ke lokasi tambang di seputaran sungai Noelbiboki.

Warga Blokade jalan

 

Aksi puluhan masyarakat tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari upaya mediasi dan surat yang dikirim ke sebanyak 7 Pemilik IUP yang melakukan tambang di lokasi Sungai Noelbiboki.

Mereka mendesak sebanyak 7 perusahaan pemilik IUP yakni, CV Karunia Indah, CV STAR, PT HMN, CV Dua Putra Perkasa, CV Sama Jaya, CV Andika dan Derwin Kontraktor harus melakukan apa yang telah disepakati sebagai tanggungjawab sebelum memulai pekerjaan tambang di sana.

“Warga menuntut kesepakatan pada Tahun 2020 dimana pemilik IUP yang melakukan tambang di belantara sungai Noelbiboki wajib melakukan normalisasi sungai,” ujar salah satu tokoh tani yang ikut hadir, Orias Kelen.

Klik dan baca juga:  Solidaritas Korban Penembakan, DKI Beri Warna Bendera New Zealand di JPO GBK

Dirinya mengatakan, aksi blokade jalan adalah langkah terakhir karena menurutnya, para pemegang IUP tak urus melaksanakan kewajiban mereka.

 

Menurutnya, warga sekitar sungai Noelbiboki takut jika akan terjadi banjir bandang karena tidak ada pohon penahan sekitar sungai.

“Saat badai Seroja bulan Mei lalu rumah-rumah warga terendam banjir bandang. Kami tidak mau kejadian yang sama terulang,” tandasnya.

Warga lain, Jony Musa mengaku Pemerintah Desa Pariti sampai saat ini belum melakukan pendekatan ke sejumlah pemegang IUP.

“Kita omong fakta kenapa kami ambil jalan pintas itu karena dari pemdes dibiarkan begitu saja. Kami masyarakat langsung tuntut hak saja. Karena banjir bandang kami sudah alami,” ujarnya.

Klik dan baca juga:  Tunggal Putra Paceklik Gelar All England 25 Tahun, Ini Saran Untuk Jonatan dkk

Warga blokade jalan

Aksi blokade tersebut tidak berlangsung lama karena Kapolsek Sulamu Ipda Defri bersama anggota kepolisian turun ke lokasi dan mengamankan jalannya aksi tersebut.

Ipda Defri mengatakan bahwa saat aksi tersebut dirinya sudah berbicara dengan massa aksi dan menjaminkan dirinya untuk berbicara dengan pemilik IUP.

“Mereka mau kembali membuka jalan karena mengingat janji-janji dari pihak perusahaan dari Bulan Mei agar segera melakukan normalisasi. Dari pihak perusahaan belum buat karena sekarang ini sudah mulai hujan.
Untuk mencairkan situasi karena mereka mau mati-matian tutup jalan. Oleh karena itu saya bertanggung jawab untuk sampaikan ini ke pihak perusahaan. Sebelumnya mereka sudah sampaikan Tanggal 15–16 akan melakukan aktivitas di lokasi. Saya akan sampaikan ini ke pihak perusahaan. Saya jadi jaminan sudah. Karena saya mau kondisi aman,” ujar Kapolsek Sulamu.

Klik dan baca juga:  Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Dalam dokumen kesepakatan warga dengan Pemda Kabupaten Kupang dan pihak Pemilik IUP Tahun 2020 lalu, telah dibuat kesepakatan yang dilakukan oleh Wakil Bupati Kupang Jery Manafe di Kantor Wakil Bupati, adapun salah satu poin kesepakatan dalam dokumen tersebut adalah pihak perusahaan wajib memberikan CSR berupa Bantuan Langsung Tunai kepada warga sekitar sungai Noelbiboki.

Orias Kelen, mengaku tidak tahu-menahu soal kesepakatan itu dan dirinya serta warga lain juga mengatakan belum mendapat CSR apapun. Mereka sejauh ini hanya menuntut soal pelaksanaan normalisasi sungai akibat tambang.

  • Bagikan