Tiga Pengusaha Diringkus Polisi, Berharap Tidak Terjadi di Sumba Barat Daya

  • Bagikan
Pengusaha di Kupang Ditangkap Polisi Karena Menaikkan Harga Barang Saat Badai Seroja di NTT (IST)
Pengusaha di Kupang Ditangkap Polisi Karena Menaikkan Harga Barang Saat Badai Seroja di NTT (IST)

Tambolaka, TIMESNTT.COM | Kapolda dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak main-main tiga pengusaha bahan bangunan di Kota Kupang diringkus aparat Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) lantaran menaikan harga bahan bangunan di tengah bencana badai Seroja yang melanda sebagian wilayah NTT. Semoga tidak terjadi di Sumba Barat Daya para pengusaha menaikkan harga barang sesuai keinginan.

Ketiga pengusaha bahan bangunan itu diringkus aparat Polda NTT, Rabu (7/4/2021) mengamankan tiga pelaku penjual bahan bangunan yang tidak sesuai harga standar saat masyarakat dilanda bencana akibat badai Seroja.

Klik dan baca juga:  Pascabencana Naikan Harga Barang Bangunan Gubernur Viktor Minta Warga Laporkan Toko Bangunan Tersebut Agar Ijinnya Dicabut

Ketiga pelaku itu diamankan di sejumlah toko bangunan di wilayah Kota Kupang. “Telah diamankan 3 pelaku usaha yang diduga menaikkan harga bahan bangunan di Kota Kupang,” kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna.

Pengusaha bahan bangunan yang diringkus yakni M.M beralamat di Jalan W.J Lalamentik No 47, Oebobo dan Jln. H.R Koro, Oepura (UD. SJL). Ia menjual paku payung dari harga normal Rp 27.000/kg menjadi Rp45.000/kg.

Klik dan baca juga:  Irigasi Loko Liku Mangkrak, Kadis PU SBD Enggan Menjawab

Selain itu, NA di Jalan Fektor Fonay RT15/RW05, Kelurahan Maulafa ( UD DP). Pelaku menjual seng 0,20 gajah duduk harga normal Rp53 ribu/lembar menjadi Rp 68 ribu/lembar.

Seng 0,30 Calisco harga normal Rp70.000 menjadi Rp90.000/lembar dan paku payung harga awal Rp 27.000/kg menjadi Rp40.000/kg.

Pelaku lain yang diamankan yakni AK RB di Jln. Surdiman Kuanino (UD. KS). Pelaku menjual Triplex 6 mm harga normal Rp 78.000/lembar menjadi Rp100.000/lembar.

Klik dan baca juga:  Jekson Boleng Dapat Hadiah Jaket Dari Presiden Jokowi

Ketiga pelaku diduga melanggar UU No 5 Tahun 1999 Tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, dengan ancaman hukuman 5 bulan atau denda minimal Rp5 miliar dan maksimak Rp25 milar. Mereka juga melanggara UU No 08 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, pasal 8 dan 9 tentang dilarang menaikkan harga sebelum melakukan obral dengan ancaman 2 tahun denda Rp500 juta.

  • Bagikan