SMK Negeri 1 Kodi Utara Membutuhkan Hand Traktor

  • Bagikan
Siswi di sekolah tersebut sedang melakukan penyiraman air untuk tanaman hortikultura - foto TIMES Nusa Tenggara Timur
banner 468x60

Tambolaka, TIMESNTT.COM| Kehadiran sekolah menengah kejuruan pertanian di kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) sungguh memberikan dampak bagi perkembangan pertanian didaerah itu. SMK Negeri 1 Kodi Utara yang merupakan sekolah Pendidikan berbasis kejuruan pertanian memberikan ketrampilan kepada siswa melalui edukasi agribisnis kini membuahkan hasil. Banyak lulusan sekolah itu yang menjadi petani cerdas di kecamatan Kodi Utara.

Safinus Bora Malele, ketua jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) yang dijumpai koran ini disela-sela pratikum di lab sekolah mengatakan bahwa selama Pendidikan disekolah itu, seluruh siswa dibekali dengan ketrampilan menanam sayur-sayur, tanaman pangan, tanaman buah dan kacang-kacangan dan tanaman hias.

Selama di SMK siswa disekolah itu diharuskan mengelola lahan pertanian untuk ditanami sejumlah tanaman hortikultura yang nantinya berdampak bagi diri mereka sendiri ketika selepas lulus sekolah. Safinus Bora Malele mengemukakan bahwa sudah banyak siswa yang lulus disekolah itu setelah tamat memilih menjadi petani yang cerdas.

“banyak alumni kami yang setelah lulus langsung memilih menjadi petani, mereka enggan mau bersekolah tinggi karena mereka mengatakan sudah cukup ilmu yang mereka peroleh selama bersekolah di SMK Negeri 1 Kodi Utara” imbuhnya.

Sepanjang sekolah ini berdiri sudah banyak siswa melakukan praktek lapangan di KPTT Kota Salatiga di Jawa Tengah, PT. Strowbery Stok Tabanan Bali dan PT. Rerolaran Larantuka di Pulau Flores, PT. Timor Mitra Niaga di Sumba Barat, sehingga menurut Safinus Bora Malele ilmu yang diperoleh oleh anak-anak didiknya sudah sangat mumpuni untuk bersaing di industri kerja. Namun dia masih mengharapkan bantuan pemerintah berupa mesin handtracktor dan sumur bor untuk mendukung kegiatan pratikum belajar mengajar guru dan siswa disekolah itu.

“kami belum punya handtraktor mesin pengelah lahan dan sumur bor sebagai sumber air bersih, ini penting sekali guna mendukung kegiatan praktek siswa ketika di laboratorium pertanian, ia karena lab siswa SMK itu dikebun apalagi kami sekolah menegah kejuruan pertanian” imbuhnya.

Sehingga Safinus Bora Malele berharap agar pemerintah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten SBD dapat membantu mereka dengan memberikan bantuan mesin handtraktor dan sumur bor.

Disaksikan koran ini siswa kelas X, XI dan XII sedang melaksanakan kegiatan pratikum menanam buah-buahan dan sayur-sayuran di kebun sekolah SMK Negeri 1 Kodi Utara. Sekalipun dalam situasi pandemic covid-19 para guru dan siswa tetap melaksanakan proses belajar mengajar sebagaimana mestinya dengan memperhatikan protocol penanganan covid-19.

Yeremias Dangga Ngara siswa kelas XII kepada koran ini mengatakan bahwa mereka kesulitan air bersih ketika melaksanakan proses pratek menanam tanaman hortikultura, karena tuntutan pratek maka selama ini menurutnya sekolah hanya menyediakan bak untuk siswa ketika melakukan praktek. Namun sebagai siswa menurutnya dia berharap agar ada upaya dari pemerintah kabupaten bisa mendukung sekolahnya dengan memberikan bantuan satu sumur bor agar menunjang proses belajar mereka.

“kami punya lahan yang cukup besar sekitar 2 Ha namun kami kesulitan untuk dimanfaatkan karena tidak tersedianya sumber air yang cukup” imbuhnya kepada media ini dengan penuh harap. (fBl)

  • Bagikan