Presiden Bantu Korban Gizi Buruk di SBD

  • Bagikan
1629/SDB Letkol (Inf) La Ode Muhammad Sabarudin dan Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Joseph F. Mandagi menyerahkan bantuan Presiden RI Joko Widodo kepada Regina Deta Karere
banner 468x60

Tambolaka, TIMESNTT.COM | Dandim 1629/SDB Letkol (Inf) La Ode Muhammad Sabarudin dan Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Joseph F. Mandagi menyerahkan bantuan Presiden RI Joko Widodo kepada Regina Deta Karere warga Kabupaten Sumba Barat Daya yang anaknya meninggal dunia akibat gizi buruk kronis yang diderita selama 18 Tahun. Penyerahan bantuan Presiden dilakukan pada, Kamis (17/12/20) di kampung Rada Loko, Desa Mali Iha, Kecamatan Kodi Kabupaten Sumba Barat Daya.

Presiden Jokowi melalui Dandim 1629/SDB Letkol (Inf) La Ode Muhammad Sabarudin memberikan bantuan uang Rp. 25 Juta. Uang Rp. 24 Juta diserahkan secara tunai sedangkan Rp. 1 juta digunakan untuk belanja bahan sembako berupa beras, telur, minyak, susu, dan mie instan.

La Ode Muhammad Sabarudin juga mengatakan selain bantuan tunai yang diberikan, Presiden Jokowi akan membangun rumah semi permanen kepada Regina Deta (38) yang nantinya dikerjakan oleh anggota Kodim dan Polres Sumba Barat Daya.

“Presiden Jokowi selain memberikan bantuan uang tunai juga akan membangun rumah semi permanen kepada Regina Deta Karere, rumah akan dikerjakan oleh anggota Kodim dan Polres Sumba Barat Daya, karena ini perintah Presiden melalui Polda NTT dan Korem Wirasakti kepada Kodim dan Polres di dua kabupaten Sumba Barat dan Sumba Barat Daya” imbuhnya.

Regina Deta Karere menerima bantuan langsung dari Presiden karena putra sulungnya, Dominggus Japa Loka meninggal akibat gizi buruk kronis. Dominggus meninggal saat mendapat perawatan medis di RSUP Sanglah, Denpasar, Provinsi Bali, pada Kamis (10/12/2020). Selain anak pertamanya yang meninggal akibat gizi buruk kronis, saat ini Regina merawat anak keduanya, Ferdianus Bali Mema (15), yang sama menderita kelumpuhan akibat gizi buruk dan infeksi lutut sejak tiga bulan lalu.

Selama bertahun-tahun Regina dan kedua anaknya mengaku hanya makan sekali dalam sehari. Hal itu terjadi karena dirinya tak punya uang untuk memenuhi kebutuhan harian. Persediaan beras di dapur tak cukup untuk makan tiga kali sehari. “Sekali saja, (makan) siang. Itu saja. Malam (dan pagi) tidak ada lagi. Kalau lauknya daun ubi (singkong),” ujar Regina kepada Timor Ekspres menggunakan bahasa Kodi juga sekali-kali menggunakan bahasa Indonesia.

Namun tak hanya bahan makanan, perabotan rumah tangga juga terbatas di rumah Regina. Ia hanya memiliki satu periuk untuk memasak nasi dan sayur. Prihatin dengan keadaan Regina yang membuat Presiden Jokowi memberikan bantuan dan pembuatan rumah semi permanen kepada Regina yang saat ini sudah 2 hari sedang dikerjakan oleh TNI dan Polisi.

  • Bagikan