Pemerintah SBD Merencanakan Pembangunan 155 Mata Air Melalui Dana DAK, Saat Ini Sudah Selesai 44 Mata Air

  • Bagikan
Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete bersama istri, Wakil Bupati SBD, Marthen Kristian Taka bersama istri berpose bersama usai memimpin upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke 76 Republik Indonesia di Lapangan Galatama, Kota Tambolaka.
Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete bersama istri, Wakil Bupati SBD, Marthen Kristian Taka bersama istri berpose bersama usai memimpin upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke 76 Republik Indonesia di Lapangan Galatama, Kota Tambolaka.

Laporan Reporter TIMES Nusa Tenggara Timur

Liputan Peringatan HUT Ke 76 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Sumba Barat Daya

 

TAMBOLAKA, TIMES Nusa Tenggara Timur | Bupati Sumba Barat Daya, dr Kornelius Kodi Mete memaparkan keberhasilannya selama tiga tahun kepemimpinan dia bersama Wakil Bupati Marthen Kristian Taka. Hal itu disampaikan saat membacakan sambutan dalam rangka memperigati HUT ke 76 Republik Indonesia di lapangan Galatama, Kota Tambolaka.

Dalam rangka pemenuhan air bersih, menurutnya Pemerintah SBD telah melakukan pendataan seluruh sumber sumber air yang ada di desa, menata kembali sistem pengairan yang ada serta saat ini sedang dan akan terus berupaya  memanfaatkan sumber – sumber air tersebut demi melayani kebutuhan masyarakat di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Klik dan baca juga:  Pemda SBD Segera Launching Internet Gratis di Lapangan Galatama

“Hingga saat ini sumber mata air yang sudah ditangani baru mencapai 44 mata air dari total 155 mata air dan tahun 2022 akan direncanakan lagi pembangunan dan pengembangan melalui dana DAK, untuk itu Saya minta dukungan penuh dari seluruh masyarakat Sumba Barat Daya dimanapun berada agar benar-benar menjaga, merawat, memelihara serta bertanggung jawab terhadap berbagai fasilitas yang ada di wilayahnya masing –masing” ungkapnya Selasa, (18/8/21).

Selain itu dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat Sumba Barat Daya misalnya pada sektor pertanian, menurut Bupati SBD ini, pemeritah telah melakukan langkah-langkah strategi dalam rangka memperkuat dan meningkatkan kebutuhan pangan masyarakat dengan mengoptimalkan tenaga penyuluh dilapangan, melakukan pendampingan tekhnologi pertanian dan memotivasi masyarakat petani untuk secara optimal memanfaatkan lahan pertanian baik yang sudah ada maupun pembukaan lahan pertanian baru.

Klik dan baca juga:  Bupati SBD : Kunci Keberhasilan Penanganan COVID-19 Terletak Pada Kesadaran Masyarakat Kita

“Selain itu pemerintah juga terus berupaya untuk mendistribusikan pupuk bersubsidi yang tepat waktu, tepat sasaran dan tepat jumlah, juga memberikan bantuan bagi petani, baik bibit unggul berupa padi sawah, padi ladang, jagung, tanaman horticultura maupun sarana alat dan mesin pertanian serta didukung dengan pembukaan saluran irigasi” dijelaskan Kodi Mete.

Selanjutya disampaikan oleh Kornelius Kodi Mete Pemerintah saat ini sedang melakukan budidaya padi biofortifikasi (padi kaya gizi) seluas 500 Ha yang di persiapkan untuk peyediaan beras yang kaya gizi, terutama untuk mengatasi kondisi stunting  di Kabupaten Sumba Barat Daya. Melalui program biofortifikasi diharapkan dapat mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas dan produktif.

Klik dan baca juga:  Wakil Bupati Menginap Bersama Tim Satgas di Lokasi Penyemprotan

“Untuk mendukung keberhasilan program ketahanan pangan Saya instruksikan kepada seluruh Perangkat Daerah yang berkompeten dengan kegiatan pertanian dan ketahanan pangan masyarakat, para Camat, Para Kepala Desa, para petugas penyuluh pertanian dan para Sarjana Pelopor Desa untuk selalu berada dekat dengan masyarakat, memahami kebutuhan masyarakat, melakukan pendampingan dalam setiap permasalahan pertanian di desa” imbuhnya.

Selain itu menurut Bupati SBD ini, Pemerintah SBD tak henti – hentinya mengingatkan dan menghimbau masyarakat untuk bekerja dan terus bekerja demi memperbaiki ekonomi dan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Khusus masyarakat sekitar pinggiran sungai dihimbau untuk memanfaatkan lahan sepanjang pinggiran sungai dan saluran irigasi secara optimal.

  • Bagikan