Ini Capaian Kodi Mete dan Kristian Taka Pada Sektor Perikanan dan Pertanian

  • Bagikan
Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete dan Marthen Kristian Taka berpose bersama Kapolres Sumba Barat Daya dan dandim 1629 Sumba Barat Daya bersama beberapa pimpinan Lembaga vertical usai upacara peringatan HUT Ke 76 Republik Indonesia
Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya, dr. Kornelius Kodi Mete dan Marthen Kristian Taka berpose bersama Kapolres Sumba Barat Daya dan dandim 1629 Sumba Barat Daya bersama beberapa pimpinan Lembaga vertical usai upacara peringatan HUT Ke 76 Republik Indonesia

Laporan Reporter TIMES Nusa Tenggara Timur

Liputan Peringatan HUT Ke 76 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Sumba Barat Daya

 

TAMBOLAKA, TIMES Nusa Tenggara Timur | Pada sektor perikanan dan kelautan Bupati Sumba Barat Daya (SBD) dr. Kornelius Kodi Mete mengungkapkan bahwa Pemerintah SBD telah memprogramkan kegiatan dibidang penangkapan, bantuan alat tangkap, pengembangan budidaya rumput laut dan ikan air tawar, serta peningkatan Sumber daya manusia Nelayan berupa pemberian pelatihan dan alat pengolahan.

Disamping itu menurut Kornelius Kodi Mete, Pemerintah terus memberikan pendampingan maupun pemberian bantuan berbagai alat-alat nelayan. Pada tahun 2020 sampai dengan tahun 2021 pemerintah telah memberikan bantuan pada kelompok-kelompok nelayan berupa 13 unit armada kapal dengan alat tangkap ikan berkapasitas 2 GT, 5 unit armada kapal berkapasitas 3 GT, 4 unit armada kapal berkapasitas 5 GT, mesin ketinting 5,5 PK sebanyak 54 unit, dan alat tangkap gillnet kepada 26 nelayan serta bantuan bibit rumput laut kepada 10 kelompok dan bantuan  budi daya ikan air tawar sebayak 13. 700 ekor kepada 6 kelompok.

Pemerintah terus berupaya untuk memaksimalkan kegiatan perikanan dan kelautan kita sebagai sumber potensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan. Karena itu beberapa upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah adalah memprogramkan kegiatan dibidang penangkapan, bantuan alat tangkap, pengembangan budidaya rumput laut dan ikan air tawar, serta peningkatan Sumber daya manusia Nelayan berupa pemberian pelatihan dan alat pengolahan. Disamping itu Pemerintah terus memberikan pendampingan maupun pemberian bantuan berbagai alat-alat nelayan” terang Bupati SBD Selasa, (18/8/21).

Klik dan baca juga:  Irigasi Loko Liku Mangkrak, Kadis PU SBD Enggan Menjawab

Sementara pada sektor peternakan disampai Kornelius Kodi Mete pada perayaan HUT Ke 76 Republik Indonesia di lapangan Galatama, Kota Tambolaka, bahwa Pemerintah SBD telah memprogramkan pengadaan bibit unggul ternak kecil dan besar, penngadaan obat-obatan, pembinaan kelompok peternak, pengembangan ternak dan pengembangan pakan ternak. Pada tahun 2020 sampai dengan 2021 pemerintah telah memberikan bantuan ternak kambing sebanyak 300 ekor kepada 30 Kelompok,  244 ekor sapi kepada 25 kelompok, 99 ekor kuda kepada 9 kelompok dan bantuan ternak babi sebanyak 150 ekor kepada 8 kelompok yang tersebar di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, serta bantuan pembangunan irigasi air dalam tanah atau sumur bor sebanyak 11 unit di 11 Desa untuk mendukung lahan kawasan Peternakan.

Klik dan baca juga:  Ini Upaya Bupati dan Wakil Bupati SBD Disektor Kesehatan  

“Sektor peternakan, dalam rangka mendukung desa berkecukupan pangan, upaya yang dilakukan pemerintah adalah memprogramkan pengadaan bibit unggul ternak kecil dan besar, penngadaan obat-obatan, pembinaan kelompok peternak, pengembangan ternak dan pengembangan pakan ternak. Pada tahun 2020 sampai dengan 2021 pemerintah telah memberikan bantuan ternak kambing sebanyak 300 ekor kepada 30 Kelompok,  244 ekor sapi kepada 25 kelompok, 99 ekor kuda kepada 9 kelompok dan bantuan ternak babi sebanyak 150 ekor kepada 8 kelompok yang tersebar di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, serta bantuan pembangunan irigasi air dalam tanah atau sumur bor sebanyak 11 unit di 11 Desa untuk mendukung lahan kawasan Peternakan” imbuhnya.

Sementara terkait pakan ternak Pemerintah saat ini sedang mengembangkan bank hijauan pakan ternak dan penerapan teknologi  pengolahannya melalui pelatihan penyimpanan hijauan pakan ternak dan pembuatan pakan fermentasi, pada tahun 2021 dilakukan pelatihan pada 46 kelompok tani yang tersebar di 11 Kecamatan dan tahun depan direncanakan akan dilakukan pelatihan pembuatan pakan fermentasi.

Klik dan baca juga:  Bupati SBD Resmikan Sumur BOR

“Terkait upaya pemerintah untuk mengatasi pengendalian dan penanggulangan penyakit ternak terutama kasus Asian Swine Fever (ASF) di Kabupaten Sumba Barat Daya yang terjadi sejak bulan februari hingga desember 2020 dengan angka kematian babi mencapai  2.291 ekor. Pemeritah telah megambil langkah pencegahan membatasi penyebaran ASF dengan mengeluarkan surat edaran  Perihal kewaspadaan Penyakit ASF yang ditujukan kepada masyarakat Sumba Barat Daya serta dilakukan sinergitas bersama Balai Karantina Pertanian Wilayah Kerja Waikelo untuk melakukan pengawasan ketat pemasukkan ternak babi dari luar pulau Sumba” terang Kodi Mete.

Disamping itu pada bulan Mei tahun 2021 Kabupaten Sumba Barat Daya melakukan kolaborasi bersama Kementerian  Pertanian, Pusat Veteriner Farma Surabaya dan Balai Besar Veteriner Denpasar dalam kajian efikasi Serum Konvalesen ASF, dimana pengujian ini dilakukan pada 15 ekor ternak babi dengan melakukan penyuntikan serum konvalesen sebanyak 3 kali dan hasilnya hingga saat ini ternak babi yang disuntik masih dalam kondisi sehat. Langkah ini sebagai langkah inovatif yang dilakukan oleh stakeholder terkait untuk mengendalikan ganasnya penyakit ASF di Kabupaten Sumba Barat Daya.

  • Bagikan