Dinas Pendidikan Lakukan Perjanjian Kerja Sama dengan YLAI

  • Bagikan
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya bersama 10 Sekolah Dasar Percontohan melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk implementasi Program Membaca Berimbang di Kompleks SOS Weelonda, Kabupaten Sumba Barat Daya pada hari Rabu 8 September 2021.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya bersama 10 Sekolah Dasar Percontohan melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk implementasi Program Membaca Berimbang di Kompleks SOS Weelonda, Kabupaten Sumba Barat Daya pada hari Rabu 8 September 2021.

TAMBOLAKA, TIMES Nusa Tenggara Timur | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya bersama 10 Sekolah Dasar Percontohan melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk implementasi Program Membaca Berimbang di Kompleks SOS Weelonda, Kabupaten Sumba Barat Daya pada hari Rabu 8 September 2021.

Kegiatan dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Didimus Dede, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ikhsan Danbao, dan 10 Kepala Sekolah terpilih dengan menerapkan protokol kesehatan.

ist

Kegiatan dibuka langsung oleh Didimus Dede selaku Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam sambutannya, Didimus mewakili Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya sangat mendukung program dan akan mendorong sekolah-sekolah terpilih agar bisa menjadi percontohan sekolah lain.

“Sepuluh sekolah penerima manfaat harus mampu memberikan dampak yang baik dan bisa berbagi kepada sekolah lain,” tambah Didimus. Selanjutnya,  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan siap turut serta melakukan monitoring ke sekolah-sekolah dampingan.

Klik dan baca juga:  Ini Upaya Bupati dan Wakil Bupati SBD Disektor Kesehatan  

Selain itu, turut hadir pula Fourgelina selaku Manajer Program Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) melalui Zoom Meeting.

“Saya sangat berterimakasih atas dukungan semua pihak, dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan kepala sekolah terpilih untuk program Membaca Berimbang di Kabupaten Sumba Barat Daya,” ujar Fourgelina dalam sambutannya.

Ia juga mengajak kepada seluruh komunitas, sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya untuk terus bergandengan tangan untuk bekerjasama meningkatkan literasi anak di daerah Sumba Barat Daya.

“Membaca adalah keterampilan dasar yang penting dan fundamental untuk semua pembelajaran di masa depan. Membaca perlu diajarkan secara langsung oleh guru dan dikuasai oleh siswa agar perkembangan akademik di masa depan dapat terjadi. Sejak di pertengahan masa sekolah dasar hingga dewasa, siswa menghabiskan banyak waktu untuk memperoleh pengetahuan melalui membaca teks, dan untuk mencapai hal itu, siswa harus belajar membaca terlebih dahulu sebelum mereka bisa membaca untuk belajar”, ujar Fourgelina.

Klik dan baca juga:  Banyak Koperasi di SBD Tapi Banyak Anggota Yang Belum Sejahtera
ist
ist

Program Membaca Berimbang sudah dilaksanakan di Sumba Barat Daya sejak bulan Oktober 2018 sampai bulan Agustus 2020 oleh YLAI. Pada tahun 2021, YLAI didukung oleh William & Lily Foundation (WLF) melanjutkan program tersebut ke sekolah-sekolah baru. Terdapat 10 sekolah yang tersebar di 5 Gugus di Kecamatan Wewewa Barat, Wewewa Tengah, dan Wewewa Timur.

Sekolah-sekolah tersebut adalah  SDN Kandelu Kutura, SDM Reda Mblo, SDN Wee Kura, SDM Wee Kombaka 1, SDN Marokota, SDM Tenggaba, SDN Lolo Wanno, SDK Mareda Wuni, SDN Lete Kamouna, dan SDN Wee Muu.

“Saya sangat antusias dengan kegiatan hari ini, apalagi setelah mendengar pemaparan program dari Tim YLAI”, ujar Petrus Moa S.Ag, Kepala Sekolah SDN Kandelu Kutura. Selanjutnya, Ia juga menambahkan dalam mewujudkan program membaca berimbang perlu adanya peran orang tua untuk ikut mendorong siswa di lingkungan keluarga.

Klik dan baca juga:  Pemerintah SBD Merencanakan Pembangunan 155 Mata Air Melalui Dana DAK, Saat Ini Sudah Selesai 44 Mata Air

“Kami dari SDN Kandelu Kutura akan siap bersama dengan YLAI untuk menyosialisasikan program Membaca Berimbang kepada orang tua siswa  supaya sama-sama bisa mendukung peningkatan membaca anak,” tambahnya.

YLAI melalui kemitraan dengan WLF menerapkan Program Membaca Berimbang untuk siswa kelas awal (kelas 1 sampai dengan kelas 3) di sekolah-sekolah dampingan. Program ini diharapkan mampu memberikan akses kepada anak-anak untuk mendapatkan aktivitas literasi dan buku-buku berkualitas yang sesuai dengan perkembangan mereka.

Upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan membaca anak, terutama siswa kelas awal, yaitu meningkatkan akses bahan bacaan berkualitas yang sesuai dengan usia mereka, meningkatkan kapasitas guru untuk melakukan kegiatan membaca yang inovatif melalui pelatihan-pelatihan yang diberikan, dan pendampingan berkelanjutan melalui wadah Kelompok Kerja Guru (KKG) mentoring dan monitoring.

  • Bagikan