Diminta Dihadirkan Dalam Sidang, Begini Reaksi Jaksa Penyidik Roy

  • Bagikan

Kupang, TIMES Nusa Tenggara Timur | Fransisco Besie, Kuasa Hukum terdakwa Ali Antonius dalam sidang kasus keterangan palsu dugaan jual beli aset daerah di Kerangan, Labuan Bajo, Selasa 08 Juni siang meminta Hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kupang turut menghadirkan Jaksa Penyidik Roy Riadi dalam persidangan.

Dalam keteranganya, Fransisco mengatakan bahwa dengan alasan keterangan saksi dalam fakta persidangan, Penyidik Roy disebut turut mengarahkan calondan melakukan dugaan penganiayaan kepada calon tersangka.

“Dalam persidangan kali lalu salah saksi bernama Fery Adu juga dipukul oleh penyidik.
Berikut oknum penyidik yang disebutkan namanya patut diduga bernama Roy Riadi, menurut saya dia harus datang ke persidangan ini untuk menjelaskan apa benar seperti itu. Karena menurut saya BAP tadi itu abal-abal. Entah asli atau tidak kita tidak tahu. Semua keterangan juga berbeda dengan fakta yang terjadi,” kata Fransisco usai sidang pemeriksaan saksi Frans Harun digelar (08/06/2021).

Klik dan baca juga:  Nekat Mencuri di Masjid, Seorang Pria di Manggarai Diringkus Polisi

Sementara, Jaksa penyidik yang pernah bertugas di Kejati NTT, Roy Riadi, Selasa 08/06 malam membantah tuduhan yang diarahkan kepada dirinya.

“Saya kan sudah gelar rekonstruksi kasus ini sejak awal agar fakta-fakta tidak dipelintirkan. Saat rekon itu saya beri kesempatan pihak tersangka itu masing-masing menjelaskan peran mereka. dan mereka tanda tangan juga. Setiap adegan mereka paham. Ada videonya. Makanya saya minta JPU itu putar saja itu video,” ujar Jaksa Penyidik Roy yang kin sudah bertugas di Kejati Sumatra Selatan.

Tak hanya itu penyidik Roy juga menyebut tidak mungkin jika dirinya melakukan tindakan pengancaman dan penganiayaan.

Klik dan baca juga:  Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

“Kalau dalam proses ini sejak awal saya ancam kenapa saat rekon tidak di laporkan ?
Kalau saya aniaya kenapa tidak lapor polisi ? Kan bisa diproses. Sejak awal juga saya selalu libatkan pengacara mereka kok. Malahan saya yang dianiaya perasaannya. Apa yang yang saya tidak buat untuk Pak Frans dan Zhul itu. Saya kasi makan, perhatian. Malahan Saya dipeluk Pak Frans Harun. Dia bilang hadir dalam mimpi lah, apalah,” ketus Roy.

Namun, demikian Roy, selaku warga negara yang taat hukum ia akan hadir jika memang hakim memintanya untum hadir dalam persidangan.

“Kalau memang perintah hakim saya taat hukum. Kalau memang ada perintah. Tapi yah saya sarankan lihat di video rekonstruksi itu,” pungkasnya

Klik dan baca juga:  Video: Kelemahan dan Kelebihan All New Terios

Diketahui, Selasa 08/06 sidang pemeriksaan saksi digelar di kantor Pengadilan Tipikor Kupang. Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi menghadirkan Frans Harun selaku saksi. Dalam proses persidangan, Frans Harun selaku saksi membantah sebagian keterangan dalam BAP yang ditanyakan JPU. Salah satu yang dibantah Frans adalah soal arahan dari terdakwa Ali Antonius kepadanya dalam proses persidangan pra peradilan kasus Pengalihan aset Pemda di Manggarai Barat.

Hadir dalam sidang yakni selaku Jaksa Penuntut Umum Herry Franklin, Hendrik Tip dan Emirensiana Jehamat.

Sedangkan Ketua Majelis yakni Fransiska D. P. Nino serta Anggota 1 Ngguli Liwar Mbani Awang dan Anggota 2 Ibnu Cholik.

  • Bagikan