Dekranasda Siap Kembangkan Potensi Kelor NTT Berbasis Kualitas

  • Bagikan

KUPANG, TIMES Nusa Tenggara Timur | Direktur PT Moringa Organik Indonesia (MOI) Rudi Minggu, 05/09 mengatakan bahwa sebenarnya pihaknya tidak mundur dari NTT untuk proses pengembangan tanaman kelor.

“Kami menginisiasi apa yang dilakukan oleh Bunda Yuli. Sebetulnya bukan mundur. Memilih untuk kerja senyap. Kami memilih bergerak tapi tetap dengan visi Pak Gub.
Meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya di Kantor Dekranasda NTT.

Rudi menepis isu bahwa pihaknya berhenti mengembangkan kelor asal NTT. Menurutnya ada dua hal yang selama ini perlu diluruskan. Yakni, kerja berdasarkan kualitas dan jumlah.

Klik dan baca juga:  Polsek Loura Gelar Kampanye Damai Tertib Berlalu Lintas

“Apa yang Pak Gub inginkan itu tidak bisa diterjemahkan oleh aparatur, Dekranasda akan mengembalikan standar operasional ke rel yang benar. MOI akan siap menjadikan kelor NTT menjadi supplier MOI di Palu. Untuk di kelola dan dikirim ke luar negeri. Orang luar membeli kelor itu dengan membeli kandungan nutrisi yang ada di dalamnya. Bisnis kelor itu bukan bisnis jumlah tapi bisnis kualitas. Sedikit tidak apa-apa tapi kualitas itu yang utama. NTT sudah siap ekspor kelor berbasis kualitas. Cobalah melepaskan kelor dari zona politik. Sayang kalau NTT menggagalkan apa yang menjadi misi Pak Gub,” ujar Rudi.

Klik dan baca juga:  Selain Aset Bertumbuh Rp 2,47 Triliun, Bank NTT akan Jadi Smart Bank

Sementara Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat mengaku siap mengembalikan potensi kelor NTT ke relnya.

“Selama ini saya ingin banyak pelaku UMKM Kelor. Saya undang beliau (Rudi) ke kupang untuk membina UMKM NTT untuk mengolah sampai dengan kemasan supaya ada standarisasi. Jangan sampai banyak pelaku tapi standarnya tidak dapat, Saya kepingin NTT punya kelor di dunia luar itu ada porsinya,” jelasnya.

Mimpi besar Dekranasda NTT, demikian Julie adalah mengekspor kelor ke luar negeri dan mempunyai standar produk berdasarkan kualitas.

Klik dan baca juga:  NTT Dikepung Bencana Hidrometereologi, Gubernur Harus Segera Tetapkan Status Darurat Bencana

“Kita suplai barang mentah nanti mereka yang kelola. Saya punya mimpi menuju ke sana. Saya mimpinya ada pihak swasta yang punya standar industri di sini lalu kerja sama dengan pemerintah,” jelasnya.

Diketahui, sejak tahun lalu diisukan MOI selaku pembeli kelor dari NTT undur diri. Namun, Rudi selaku direktur menepis isu tersebut. Hingga kini, dirinya mengaku memiliki banyak UMKM dan Petani kelor binaan yang masih berkerja baik di NTT.

  • Bagikan