Bupati SBD; Sudah Satu Minggu Dilakukan Penyemprotan

  • Bagikan
Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Kornelius Kodi Mete dan Marthen Kristian Taka bersama Kepala Dinas Pertanian Rofinus Kaleka, Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Agustinus Pandaka dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Wilhelmus Woda Lado.
Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Kornelius Kodi Mete dan Marthen Kristian Taka bersama Kepala Dinas Pertanian Rofinus Kaleka, Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Agustinus Pandaka dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Wilhelmus Woda Lado.

TAMBOLAKA, TIMES Nusa Tenggara Timur | Bertindak cepat membasmi hama belalang jenis kumbara, Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD) bersama pimpinan OPD teknis yaitu Dinas Pertanian, Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) melakukan penyemprotan di desa Dikira kecamatan Wewewa Timur.

Bupati Kornelius Kodi Mete dan Wakil Bupati Marthen Kristian Taka dilokasi penyemprotan menjelaskan bahwa penyemprotan telah dilakukan selama satu minggu berturut-turut sejak mengetahui keberadaan hama belalang yang dilaporkan oleh PKL dinas Pertanian.

Menurut Bupati SBD bahwa hama belalang yang telah disemprot sudah sangat banyak, sehingga bisa mengurangi jumlah kloni belalang yang akan terus bergerak, berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

Klik dan baca juga:  Mewujudkan Janji Politik Selama Dua Tahun Lebih Bukanlah Waktu Yang Panjang

Menurut Kodi Mete bahwa dilokasi Danga Mangu merupakan lokasi kelima yang telah dilakukan penyemprotan. Sebelumnya telah dilakukan penyemprotan di Desa Eka Pata, Desa Kadi  Wanno, Desa Maliti Dari, Desa Tebatana dan Desa Danga Mangu.

“Hama belalang jenis Kumbara ini mulai dari perbatasan Sumba Barat bagian utara yaitu Gaura, lalu berpindah ke kecamatan Wewewa Timur, bersyukur sudah langsung dihalau oleh masyarakat petani sehingga tidak menyerang padi disawah Lalu belalang tersebut berpindah ke pohon-pohon besar” jelas Kodi Mete, Selasa (03/08/21).

Setelah dihalau oleh masyarakat, dikatakan Bupati SBD bahwa langsung cepat dilakukan penyemprotan pada malam hari hingga pagi hari. Dikatakan lagi oleh Bupati SBD bahwa ancaman belalang jenis kumbara ini yaitu memakan daun-daunan yang keras termasuk daun padi disawah.

Klik dan baca juga:  Agustinus Pandaka; Topografi Yang Curam Menyulitkan Penyemprotan

“kita berusaha terus melakukan penyemprotan agar mengurangi kloni-kloni yang banyak, kalau sampai turun kesawah maka akan berdampak karena padi akan habis dimakan” imbuhnya.

Sejauh ini pemerintah kabupaten SBD melalui Satgas penanganan hama belalang telah melakukan penanganan yaitu dengan mempersiapkan alat semprot dengan jenis obat termasuk cara melakukan penyemprotan yang dimulai pada malam hari. menurut Bupati Kodi Mete apabila tidak dilakukan penyemprotan dimalam hari hingga dipagi hari maka akan sulit karena pada siang harinya belalang akan terbang.

“kita sama-sama berdoa dan terus bekerja membasmi hama belalang ini dengan terus melakukan penyemprotan, saat ini sudah sangat berkurang namun telur-telurnya harus disemprot agar tidak berkembang, telur belalang itu akan membusuk kalau terkena air, maka kita berharap agar hujan turun terus menerus dan akan berdampak pada membusuknya kloni telur belalang” jelas Kornelius Kodi Mete dengan penuh harap.

Klik dan baca juga:  Part 1, Ada Apa dengan Desa Panengo Ede ?

Kodi Mete juga meminta masyarakat agar bersama-sama membantu pemerintah melalui satgas penangulangan hama belalang untuk membasmi kloni-kloni telur belalang agar tidak sampai menetas dengan cara menyemprot dengan air. Bahwa sesungguhnya telur belalang tidak akan menetas menjadi anakan apabila terkena air.

Terpantau tim satgas hama belalang terus bergerak melakukan penyemprotan di hutan yang terdapat belalang, termasuk penyemprotan dibatang-batang bambu yang menjulang tinggi keatas.

  • Bagikan