Buntut Cinta Terlarang, Keduanya Saling Lapor

  • Bagikan
Mario Natriti Saat di Gantung dan Berbaring lemah dirumahnya di desa Letekonda Selatan - foto TIMES Nusa Tenggara Timur
banner 468x60

Tambolaka, TIMESNTT.COM | Video berdurasi 1:11 detik yang tengah viral dijagad maya kini sedang ditagani pihak Polres Sumba Barat Daya (SBD). Polres SBD memastikan kasus penganiayaan yang viral akan tetap diproses sesuai hukum yang berlaku.

Sebelumnya untuk diketahui bahwa video yang viral itu bermula dari kedua sejoli yang sedang dimabok asmara. Lantas terjebak cinta terlarang karena keduanya masih merupakan hubungan keluarga dalam satu suku yang sama akhirnya kedua memilih untuk kabur meninggalkan Pulau Sumba menuju ke Kota Surabaya menumpangi KM Egon.

Pasangan kekasih itu Delsiana Geli (DG) dan Mario Mardinat Riti (MMR). keduanya menghilang dan dicari oleh keluarga selama beberapa pekan. Pihak keluarga DG kemudian melaporkan kehilangan anak ke Polsek Loura (10/10/20) lalu. Dalam proses pencarian akhirnya keluarga mengetahui bahwa keduanya sudah berada di Kota Mataram, NTB.

Keduanya dijemput oleh keluarga dan dibawah kembali ke Loura, Kabupaten SBD untuk dilakukan pembinaan oleh keluarga karena keduanya terjebak cinta terlarang. Menurut ayah perempuan, Rua Mebe Geli hubugan kedua anaknya itu merupakan hubungan terlarang dan tidak mungkin akan bisa disatukan dalam pernikahan adat. Rua Mebe Geli berharap keduanya bisa saling melepas satu dengan yang lainnya karena hubungan tersebut amat memalukan.

Namun setelah video yang berdurasi 1.11 detik itu viral, kedua pihak keluarga kini saling melaporkan ke pihak Polres SBD. Pihak keluarga laki-laki melaporkan peristiwa penganiyaan yang dialaminya, sedangkan pihak keluarga perempuan melaporkan kasus pemerkosaan.

Pihak Polres SBD

Kasat Reskrim Polres SBD, Iptu Bambang Irawan, Senin (26/10) pagi menegaskan kasus ini kini  menjadi perhatian pihaknya sejak dilaporkan tanggal 22 Oktober lalu oleh pihak keluarga laki-laki terkait peristiwaan penganiyaan yang diduga dilakukan oleh YRG dan LG, keduanya merupakan anggota DPRD Kabupaten SBD.

“Hari ini kita lanjutkan dengan memanggil saksi dari keluarga perempuan, sedangkan untuk korban atas nama Mario Mardinat Riti belum bisa kita ambil keterangan karena kondisi masih belum sehat,”katanya.

Sementara terkait, anggota DPRD yang diduga terlibat dalam kasus ini, pihaknya akan merujuk pada pemberitahuan Gubernur. Sementara untuk anggota TNI yang ada dalam video, pihaknya menyerahkan kelanjutan proses hukum pada intitusi yang bersangkutan.

“Sepanjang anggota saya bekerja sesuai dengan prosedur yang ada, saya akan dukung hal itu termasuk tindakan tegas dan terukur. Asas persamaan hukum di depan umum dan asas praduga tak bersalah pun akan kita kedepankan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, motif kasus mengarah pada percintaan yang tidak disetujui karena keduanya masih memiliki hubungan kekerabatan. Imbasnya, keduanya memutuskan lari ke Surabaya dengan menggunakan kapal Egon. Namun, saat tiba di Mataram, keduanya langsung ditahan keluarga dan dipulangkan kembali ke SBD dengan menggunakan pesawat.

“Setibanya di sini mereka dijemput dua mobil salah satunya milik anggota DPRD. Keduanya lalu diantar ke Koramil dan kembali ke rumah perempuan untuk diberi pembinaan,” ungkapnya.

Sebelumnya, keluarga korban penganiayaan melaporkan kejadian penganiayaan pada 22 Oktober lalu. Keluarga korban menduga penganiayaan dilakukan pihak keluarga perempuan yang tidak terima dengan hubungan keduanya. Korban dianiaya dengan digantung kepala ke bawah dan kaki ke atas. Video penganiayaan ini kemudian viral di media sosial setelah ada pengakuan dari ibu korban yang saat ini sedang bekerja di luar negeri.(fBl)

  • Bagikan