Bangun Desa Wisata Namun Pemda SBD Akui Sempadan Pantai Sudah Dikuasi Oleh Pihak Investor  

  • Bagikan
Bupati SBD, Kornelius Kodi Mete saat memberikan keterangan pers yang di digelar langsung diwilayah Pantai Pero Desa Pero Kecamatan Kodi Bangedo yang dihadiri Kadis Pariwisata, Nyoman Agus, Wakil Bupati SBD, Marthen Kristian Taka dan Plt. Sekda Fransiskus Adi Lalo.
Bupati SBD, Kornelius Kodi Mete saat memberikan keterangan pers yang di digelar langsung diwilayah Pantai Pero Desa Pero Kecamatan Kodi Bangedo yang dihadiri Kadis Pariwisata, Nyoman Agus, Wakil Bupati SBD, Marthen Kristian Taka dan Plt. Sekda Fransiskus Adi Lalo.

TAMBOLAKA, TIMES Nusa Tenggara Timur | Pemerintah daerah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) mengakui bahwa sempadan pantai dimulai dari Pantai Mananga Aba wilayah kecamatan Loura hingga sempadan pantai diwilayah Kodi telah dikuasai oleh pihak ketiga.

Bupati Sumba Barat Daya, Kornelius Kodi Mete mengakui hal itu saat gelar jumpa pers berkaitan dengan desa wisata salah satu program jembatan emas yang menjadi program utama Kornelius Kodi Mete dan Marthen Kristian Taka.

Jumpa pers digelar langsung diwilayah Pantai Pero Desa Pero Kecamatan Kodi Bangedo yang dihadiri Kadis Pariwisata, Nyoman Agus, Kadis Kominfo, Rihimeha A. Praing, Wakil Bupati SBD, Marthen Kristian Taka dan Plt. Sekda Fransiskus Adi Lalo.

Klik dan baca juga:  Kadis Sosial: Penyaluran BST Beras Berjalan Lancar

Kepada TIMES Nusa Tenggara Timur, Bupati SBD mengakui bahwa seluruh sempadan pantai telah dikuasai oleh pihak investor. Namun Kornelius Kodi Mete berharap agar masyarakat tidak menolak dengan kehadiran pihak investor yang ingin membangun pariwisata diwilayah Kabupaten SBD.

“Kita jangan juga elergi dengan pihak investor, kita berharap mereka segera membangun dilahan-lahan yang telah dikuasai untuk peningkatan ekonomi masyarakat” ungkap Kodi Mete, Jumad (01/10/21).

Seperti yang disaksikan bersama sempadan pantai diwilayah Kaghona, Kota Tambolaka telah dibangun sejumlah tembok pengaman yang menutup ruang publik terhadap akses masyarakat untuk masuk ke wilayah pantai. Dibutuhkan keterlimbatan Pemda SBD dan pihak Pertanahan untuk meninjau kembali ruang-ruang privatisasi publik yang diatur oleh negara.

Klik dan baca juga:  Istri Bupati Sumba Timur, Merliaty Praing Simanjuntak Terjun Langsung Bantu Korban Bencana Alam

 

Desa Wisata

Bupati SBD, Kornelius Kodi Mete saat memberikan keterangan pers yang di digelar langsung diwilayah Pantai Pero Desa Pero Kecamatan Kodi Bangedo yang dihadiri Kadis Pariwisata, Nyoman Agus, Wakil Bupati SBD, Marthen Kristian Taka dan Plt. Sekda Fransiskus Adi Lalo.
Bupati SBD, Kornelius Kodi Mete saat memberikan keterangan pers yang di digelar langsung diwilayah Pantai Pero Desa Pero Kecamatan Kodi Bangedo yang dihadiri Kadis Pariwisata, Nyoman Agus, Wakil Bupati SBD, Marthen Kristian Taka dan Plt. Sekda Fransiskus Adi Lalo.

Bupati SBD Kornelius Kodi Mete mengatakan bahwa terdapat 24 desa pariwisata yang menjadi desa rujukan untuk pengembangan pariwisata diwilayah Kabupaten SBD.

Desa wisata Pantai Rantegaro merupakan salah satu Pilot Project pengembangan pariwisata yang berbasis masyarakat komunitas lokal yang masih terus menerus dikembangkan oleh pemerintah kabupaten SBD.

“salah satunya wisata Ratengaro yang saat ini masih terus menerus kita benahi agar betul-betul siap sebagai destinasi pariwisata yang hidup di desa” imbuhnya.

Klik dan baca juga:  Bupati Himbau Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Demi Tekan Laju Covid-19 di SBD

Kodi Mete juga berharap agar seluruh destinasi Pariwsata yang ada di wilayah SBD benar-benar dikelola dengan baik agar memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat. Selain itu Bupati SBD juga berharap agar pengelolaan Pariwisata melalui program Desa Wisata bisa dimulai dari pemerintah desa yang memanfaatkan dana desa secara baik untuk pembangun destinasi pariwisata yang berbasis kearifan lokal.

  • Bagikan