Badan Kehormatan Dewan Berpihak Kepada Rakyat

  • Bagikan
Badan Kehormatan Dewan Saat Memberikan Keterangan Kepada Aksi Demo Dari GEMAS Sumba Barat Daya di Ruang Rapat kantor tersebut - Foto Times Nusa Tenggara Timur
banner 468x60

Tambolaka, TIMESNTT.COM| Badan Kehormatan Dewan (BKD) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) turut angkat bicara perihal kasus yang menimpa kedua anggota DPRD SBD yang dilaporkan pihak keluarga Mario Mardi Natriti karena diduga turut terlibat dalam kasus penganiayaan.

Thomas Tanggu Dendo ketua BKD ketika beruaidensi dengan perwakilan pendemo dalam aksi damai siang tadi, massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Anti Kekerasan (GEMAS) SBD di ruang sidang banggar kantor DPRD SBD, Selasa (3/11) mengatakan bahwa akan membentuk panitia untuk melakukan proses penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan kedua anggota dewan sebagaimana yang dilaporkan keluarga Mario ke pihak kepolisian Polres SBD.

Tidak lupa ketua BKD itu mengucapkan terima kasih kepada aliansi GEMAS yang sudah mengambil sikap untuk menyuarakan suara rakyat dan menyampaikan kepada pihak mereka di Lembaga legislatif. Kepada mereka dia berujar pujian atas empati GEMAS terhadap kejadian yang menimpa Mario.

“kami akan tindak lanjuti di Badan Kehormatan Dewan sesuai aturan dan kode etik DPRD Kab. SBD. Kalau sudah ada disposisi dari pimpinan DPRD SBD, kami akan membentuk tim dari unsur penegak hukum dan tokoh masyarakat, teman-teman tidak usah berpikir karena kami bergabung dalam beberapa fraksi bahwa kami akan memihak kepada oknum anggota DPRD, Kami hadir untuk menyelidiki dan mendukung proses hukum yang dilakukan pihak kepolisian Polres SBD” imbuhnya.

Selain itu Thomas Tanggu Dendo juga berharap bantuan seluruh pihak untuk sama-sama melakukan pengawalan kasus ini. Dia berharap dukungan dari pihak LSM, pihak organisasi mahasiswa dan juga dukungan dari media massa.

Menurut Thomas Tanggu Dendo, kasus ini akan cepat selesai apabila seluruh pihak turut terlibat secara professional untuk membantu pihak kepolisian, terlebih menurutnya dibantu oleh teman-teman media untuk melakukan publikasi informasi. Selain itu dia berharap agar para media memberitakan secara professional sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

“masyarakat juga jangan termakan berita hoax seperti yang sedang beredar saar ini dimedia sosial, seperti apa yang ada di medsos jangan langsung dipercayai apalagi tidak jelas darimana sumbernya, kan mereka anggota DPRD yang tadi disebutkan baru diduga karena ada didalam video tersebut, belum tentu mereka pelakunya” tegas Tanggu Dendo.

Sebab itu ia memohon pihak Kepolisian untuk melakukan proses penyelidikan sesuai aturan dan amanat undang-undang. Selain itu Thomas juga memohon kepada media massa untuk memperhatikan dan memberitakan kasus ini secara profesional. Menurutnya lembaga DPRD tetap berpihak kepada masyarakat.

Adapun BKD kabupaten SBD diketuai oleh Thomas Tanggu Dendo dari Fraksi Nasdem dan beranggotakan Abdul Harus Nasution dari Partai PKS, Oktavianus Ndari dari Fraksi PDIP, Jhon Ngongo Deta dari Partai Demokrat, dan Martinus Malo Mada dari Fraksi PAN. (fBl)

  • Bagikan